Assassins Creed 1: Awal Perjalanan Epik dalam Dunia Para Pembunuh Bayangan
Assassins Creed 1: Awal Perjalanan Epik dalam Dunia Para Pembunuh Bayangan

Assassins Creed 1: Awal Perjalanan Epik dalam Dunia Para Pembunuh Bayangan

Posted on

Assassins Creed 1: Awal Perjalanan Epik dalam Dunia Para Pembunuh Bayangan

Pendahuluan

Ketika berbicara tentang permainan video bertema sejarah, petualangan, dan konspirasi rahasia, nama Assassins Creed tentu tidak bisa diabaikan. Seri pertama dari waralaba fenomenal ini, Assassins Creed 1, menjadi tonggak penting yang melahirkan salah satu seri game paling sukses di dunia. Dirilis oleh Ubisoft pada tahun 2007, game ini bukan hanya menghadirkan visual menakjubkan pada masanya, tetapi juga memperkenalkan konsep gameplay dan narasi yang benar-benar baru perpaduan antara sejarah, teknologi futuristik, dan filosofi kebebasan.

Dalam Assassins Creed 1, pemain diajak menyusuri lorong waktu, memasuki masa Perang Salib Ketiga pada abad ke-12. Melalui teknologi canggih bernama Animus, pemain berperan sebagai Desmond Miles, seorang bartender modern yang ternyata merupakan keturunan dari seorang Assassin legendaris bernama Altaïr Ibn-La’Ahad. Melalui kenangan genetiknya, pemain dapat merasakan langsung kehidupan dan perjuangan Altaïr dalam menjalankan misi-misi rahasia yang menentukan nasib dunia.

Latar Cerita: Dari Dunia Modern ke Zaman Perang Salib

Cerita Assassin’s Creed 1 dibuka dengan kisah Desmond Miles, seorang pria biasa yang diculik oleh organisasi misterius bernama Abstergo Industries. Tanpa banyak penjelasan, ia dipaksa menggunakan mesin bernama Animus, alat yang memungkinkan seseorang mengakses dan “menghidupkan kembali” ingatan leluhurnya yang tersimpan dalam DNA.

Dalam kasus Desmond, leluhurnya adalah Altaïr, seorang Assassin dari abad ke-12 yang hidup di masa Perang Salib Ketiga. Melalui pengalaman Altaïr, Desmond dan pemain dapat menelusuri dunia Timur Tengah kuno, termasuk kota-kota besar seperti Jerusalem, Acre, dan Damascus. Ketiga kota ini digambarkan dengan detail luar biasa, menggambarkan arsitektur, budaya, dan suasana masyarakat abad pertengahan dengan tingkat keotentikan yang memukau.

Altaïr, sebagai anggota Brotherhood of Assassins, bertugas melindungi perdamaian dan menegakkan prinsip kebebasan dengan cara yang tidak biasa melalui pembunuhan terhadap tokoh-tokoh berpengaruh yang dianggap mengancam stabilitas dunia. Di bawah pimpinan Al Mualim, Altaïr menjalankan serangkaian misi pembunuhan (assassination) terhadap sembilan target utama yang tersebar di berbagai kota di Tanah Suci.

Read Also  Download Angry Birds Games List – Koleksi Game Angry Birds Terlengkap

Namun, semakin jauh misi dijalankan, Altaïr mulai menyadari bahwa tidak semua yang diperintahkan kepadanya benar-benar suci. Ia mulai mempertanyakan motif Al Mualim dan organisasi itu sendiri. Konflik batin inilah yang menjadi inti dari perjalanan karakter Altaïr dari seorang pembunuh sombong menjadi sosok bijak yang memahami makna sejati kebebasan dan kebenaran.

Gameplay: Perpaduan Stealth, Parkour, dan Dunia Terbuka

Salah satu kekuatan utama Assassins Creed 1 adalah mekanisme gameplay-nya yang inovatif pada masanya. Ubisoft memperkenalkan formula baru yang memadukan aksi siluman (stealth), parkour, dan eksplorasi dunia terbuka (open world) dalam satu pengalaman utuh. Pemain dapat bergerak dengan bebas, memanjat bangunan, melompat dari atap ke atap, serta menjelajahi kota besar yang hidup dan dinamis.

1. Misi Utama dan Struktur Permainan

Setiap bab permainan berpusat pada satu target utama yang harus dibunuh. Sebelum melakukan pembunuhan, pemain diwajibkan melakukan misi intelijen seperti:

  • Eavesdropping (menguping pembicaraan) untuk mendapatkan informasi penting.

  • Interrogation (menginterogasi target kecil) dengan cara mengikuti dan memukul target hingga berbicara.

  • Pickpocketing (mencopet) dokumen rahasia dari target atau penjaga.

  • Helping informers (membantu informan Assassin lain) dalam menyelesaikan tugas kecil agar mendapatkan informasi tambahan.

Setelah misi persiapan selesai, barulah pemain diizinkan melaksanakan Assassination Mission, yaitu misi utama untuk menghabisi target dengan cara diam-diam atau melalui pertarungan terbuka.

Setiap keberhasilan membawa pemain kembali ke markas Brotherhood di Masyaf, tempat Altaïr menerima laporan kepada Al Mualim, mendapatkan senjata baru, dan naik peringkat dalam hierarki Assassin.

2. Dunia Terbuka dan Aktivitas Sampingan

Selain misi utama, game ini menawarkan berbagai aktivitas sampingan yang memperkaya pengalaman bermain. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Climbing Viewpoints: Pemain dapat memanjat menara atau bangunan tinggi untuk memetakan area sekitarnya, membuka lokasi baru di peta.

  • Rescuing Citizens: Altaïr bisa menyelamatkan warga yang diganggu penjaga kota. Aksi ini akan membuat warga mendukung Altaïr dan membantu melarikan diri jika dikejar.

  • Templar Hunts: Di berbagai lokasi tersebar musuh khusus bernama Templar. Memburu dan membunuh mereka memberikan tantangan tambahan.

  • Flag Collecting: Koleksi bendera tersembunyi di setiap kota menjadi aktivitas opsional bagi pemain yang menyukai eksplorasi mendalam.

Walaupun misi-misi sampingan tersebut terkesan repetitif, pada masanya fitur ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan seri-seri Assassins Creed berikutnya.

3. Sistem Pertarungan dan Stealth

Pertarungan dalam Assassins Creed 1 berfokus pada timing dan teknik counter-attack. Pemain dapat menggunakan berbagai senjata seperti pedang panjang, belati pendek, dan Hidden Blade senjata ikonik yang menjadi simbol Assassin sepanjang sejarah seri ini.

Mode stealth menjadi elemen penting. Pemain harus memanfaatkan kerumunan untuk berbaur, duduk di bangku taman, berjalan pelan di antara biksu, atau bersembunyi di tumpukan jerami. Satu kesalahan kecil bisa memicu pengejaran besar-besaran oleh penjaga kota.

Kemampuan parkour Altaïr juga menjadi daya tarik utama. Dengan lincah, ia dapat memanjat hampir semua struktur bangunan dari menara, benteng, hingga kubah masjid. Fitur ini menjadikan eksplorasi kota terasa bebas dan menyenangkan.

Desain Dunia dan Visual yang Mempesona

Untuk ukuran game tahun 2007, Assassins Creed 1 menghadirkan visual yang menakjubkan. Lingkungan kota seperti Jerusalem, Acre, dan Damascus digambarkan dengan detail yang menakjubkan, lengkap dengan arsitektur khas Timur Tengah abad pertengahan, pasar yang ramai, serta masyarakat yang berinteraksi satu sama lain.

Setiap kota memiliki karakter dan atmosfer unik:

  • Jerusalem dengan nuansa religius dan politik yang tegang.

  • Acre menampilkan wilayah pesisir dengan benteng besar dan tentara Salib.

  • Damascus menunjukkan keindahan arsitektur Islam klasik yang damai namun penuh intrik.

Efek pencahayaan, animasi parkour, serta pergerakan kerumunan di jalan-jalan sempit menciptakan kesan hidup yang belum pernah ada sebelumnya dalam dunia game aksi-petualangan pada masa itu.

Elemen Modern: Dunia Desmond Miles

Meski sebagian besar waktu dihabiskan dalam ingatan Altaïr, cerita modern Desmond Miles memainkan peran penting dalam keseluruhan narasi. Di dunia modern, Desmond menyadari bahwa perusahaan Abstergo sebenarnya merupakan wajah baru dari organisasi Templar musuh bebuyutan para Assassin. Mereka berusaha menemukan Apple of Eden, artefak kuno yang memiliki kekuatan luar biasa untuk mengendalikan pikiran manusia.

Tema perpaduan antara masa lalu dan masa depan ini menjadikan Assassin’s Creed lebih dari sekadar game aksi sejarah; ia adalah kisah konspirasi global yang melibatkan ideologi, kekuasaan, dan kebebasan manusia. Elemen ini kemudian berkembang menjadi inti dari seluruh seri Assassin’s Creed di masa depan.

Perkembangan Karakter Altaïr

Altaïr bukan sekadar pembunuh dingin. Dalam perjalanan ceritanya, ia mengalami perkembangan moral dan spiritual yang mendalam. Di awal cerita, ia digambarkan sebagai sosok arogan dan egois yang melanggar aturan utama Brotherhood. Namun setelah dijatuhkan derajatnya oleh Al Mualim, ia belajar rendah hati dan menata kembali pandangannya tentang apa arti menjadi Assassin sejati.

Setiap misi dan percakapan dengan targetnya selalu mengandung pesan moral dan dilema etika. Altaïr mulai menyadari bahwa kebenaran tidak selalu hitam dan putih. Tugas seorang Assassin bukan hanya membunuh, tetapi menegakkan keseimbangan dan kebebasan.

Spesifikasi Sistem dan Performa di PC

Meskipun kini dianggap ringan, pada masanya Assassins Creed 1 termasuk game dengan spesifikasi cukup tinggi. Berikut persyaratan sistem yang dibutuhkan untuk menjalankannya di PC:

  • Processor: Dual Core CPU 2.6 GHz

  • RAM: 1 GB

  • Video Memory: 256 MB

  • Hard Disk Space: ±3.04 GB

  • Operating System: Windows XP, Windows Vista, Windows 7 & 8

Dengan spesifikasi ini, game sudah dapat berjalan dengan lancar di kebanyakan komputer modern. Bahkan hingga kini, Assassin’s Creed 1 masih sering dimainkan oleh penggemar seri untuk mengenang awal mula perjalanan panjang waralaba ini.

Warisan dan Pengaruh dalam Dunia Game

Tidak dapat disangkal bahwa Assassin’s Creed 1 telah membuka jalan bagi revolusi dalam dunia game aksi-petualangan modern. Meskipun beberapa pemain mengkritik elemen gameplay-nya yang berulang, konsep open world dinamis, parkour realistis, dan narasi sejarah fiksi menjadi inspirasi bagi banyak game setelahnya.

Game ini juga melahirkan sejumlah sekuel luar biasa seperti Assassins Creed II, Brotherhood, Revelations, dan seterusnya, yang memperluas kisah Desmond Miles serta memperdalam mitologi antara Assassin dan Templar. Hingga kini, waralaba Assassins Creed telah berkembang menjadi puluhan judul, menjelajahi berbagai era sejarah mulai dari Renaissance Italia, Revolusi Prancis, Mesir Kuno, hingga masa Viking.

Namun, semua itu berawal dari kesederhanaan dan keindahan konsep yang ditawarkan oleh Assassins Creed 1 game yang memperkenalkan dunia kepada filosofi Assassin:

“Nothing is true, everything is permitted.”
(Tidak ada yang benar, semuanya diperbolehkan.)

Kesimpulan

Assassins Creed 1 bukan sekadar permainan video; ia adalah pengalaman sinematik dan filosofis yang menggugah. Melalui kisah Altaïr dan Desmond Miles, pemain diajak merenungi makna kebebasan, kebenaran, dan moralitas dalam dunia yang dipenuhi intrik dan manipulasi.

Meski kini telah berusia lebih dari satu dekade, pesonanya tetap abadi. Dengan kombinasi antara cerita historis yang kuat, gameplay parkour revolusioner, dan dunia terbuka yang imersif, Assassins Creed 1 layak dikenang sebagai pondasi kokoh dari salah satu franchise paling berpengaruh dalam sejarah industri game.

Unduh game gratis : DOWNLOAD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *