Download Commandos 2: Beyond the Call of Duty – Bayangan dari Kejayaan Aslinya – Setiap permainan video yang sukses hampir selalu diikuti oleh ekspansi atau sekuel. Selain menjadi langkah bisnis yang menguntungkan, pembuatan ekspansi merupakan cara yang mudah untuk memperpanjang umur permainan populer, karena ide dasarnya sudah terbukti menarik dan teknologinya bisa didaur ulang. Hal ini juga yang terjadi pada seri game Commandos, salah satu permainan strategi klasik yang terkenal karena tingkat kesulitannya yang menantang dan gaya permainan taktis yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Namun, tidak semua ekspansi berhasil melampaui pendahulunya. Jika Starcraft: Brood War, Myth II, atau Fallout 2 mampu memperbaiki formula aslinya, maka Commandos: Beyond the Call of Duty justru berakhir sebagai bayangan dari kejayaan Behind Enemy Lines. Meskipun menawarkan misi dan elemen baru, banyak penggemar merasa bahwa ekspansi ini terasa lebih singkat, lebih sulit, dan bahkan lebih membuat frustrasi daripada game pertamanya.
Warisan Kesuksesan Commandos 2
Game pertama, Commandos 2: Behind Enemy Lines, merupakan kejutan besar di dunia game strategi. Dikembangkan oleh Pyro Studios dan dirilis pada akhir 1990-an, game ini memadukan elemen strategi real-time, puzzle, dan aksi dengan tema Perang Dunia II. Pemain mengendalikan sekelompok prajurit elit dari unit komando Inggris yang melakukan berbagai misi berbahaya di belakang garis musuh — seperti sabotase, penyelamatan tawanan, hingga pembunuhan target penting.
Kombinasi antara grafik isometrik yang tajam, kontrol unit yang detail, dan kebutuhan untuk berpikir strategis membuat Commandos menjadi permainan yang unik. Tidak ada ruang untuk kesalahan; setiap langkah harus diperhitungkan dengan matang. Permainan ini menuntut kesabaran dan ketelitian, namun memberikan kepuasan tersendiri ketika misi berhasil diselesaikan dengan sempurna.
Kemunculan Beyond the Call of Duty
Setelah kesuksesan besar Behind Enemy Lines, Pyro Studios merilis ekspansi mandiri berjudul Commandos: Beyond the Call of Duty. Ekspansi ini tidak memerlukan game utama untuk dimainkan, dan menawarkan delapan misi baru dengan tantangan yang diklaim lebih kompleks.
Sayangnya, justru di sinilah masalah utama muncul. Jika Behind Enemy Lines dikenal sulit namun tetap adil, Beyond the Call of Duty justru dikenal lebih sulit dan sering kali tidak masuk akal. Game ini memaksa pemain untuk melakukan serangkaian aksi yang sangat presisi, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pada kegagalan total.
Tingkat Kesulitan yang Tak Masuk Akal
Dari awal permainan, pemain sudah dihadapkan pada tingkat kesulitan yang melampaui batas wajar. Misalnya, dalam misi pertama, pemain hanya diberi satu peluru terakhir untuk senapan sniper yang ternyata sangat penting untuk menembus area terakhir. Tanpa tahu hal itu di awal, pemain bisa saja menggunakan peluru tersebut lebih awal dan akhirnya terjebak tanpa jalan keluar. Akibatnya, satu-satunya cara untuk memperbaiki kesalahan tersebut adalah mengulang misi dari awal.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa kesulitan dalam Beyond the Call of Duty bukan karena tantangan taktis yang cerdas, tetapi karena desain misi yang tidak memaafkan. Tidak ada petunjuk logis yang bisa membantu pemain mengantisipasi situasi seperti itu. Dalam banyak momen, pemain merasa seperti melawan kehendak desainer game, bukan melawan strategi musuh.
Selain itu, jumlah musuh yang terlalu banyak di setiap area juga memperparah situasi. Dalam satu lokasi, pemain bisa menghadapi belasan tentara musuh dengan pola patroli yang saling tumpang tindih. Untuk menyiasatinya, pemain harus menggunakan berbagai peralatan seperti batu, rokok, dan decoy (umpan) secara bersamaan. Namun, sistem kontrol game ini tidak dirancang untuk multitasking yang cepat. Setiap karakter perlu diatur satu per satu, dan reaksi mereka sering kali lambat.
Kontrol yang Kaku dan Tidak Fleksibel
Salah satu kelemahan paling mencolok dari Beyond the Call of Duty adalah antarmuka dan kontrolnya. Dalam game strategi seperti ini, koordinasi antar-karakter sangat penting, terutama ketika pemain harus menyerang dari berbagai arah secara bersamaan. Sayangnya, sistem kontrol dalam ekspansi ini malah terasa lebih kaku dibandingkan versi aslinya.
Semua tombol pintasan (hotkey) diubah dari versi pertama. Meskipun layout baru lebih logis, pengembang tidak memberikan opsi bagi pemain untuk menyesuaikannya sendiri. Akibatnya, pemain lama harus beradaptasi ulang sepenuhnya, dan itu justru menambah frustrasi dalam menghadapi tingkat kesulitan yang sudah tinggi.
Kombinasi antara AI musuh yang sensitif, kontrol yang lambat, dan misi yang penuh jebakan membuat pengalaman bermain menjadi kurang menyenangkan. Bahkan ketika pemain berhasil menyelesaikan misi, rasa puas yang muncul tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Banyak pemain justru merasa bahwa mereka memenangkan misi karena keberuntungan, bukan karena kecerdikan strategi seperti pada game aslinya.
Keindahan Visual yang Tetap Memukau
Meskipun banyak kritik diarahkan pada gameplay-nya, tidak bisa dipungkiri bahwa aspek visual dari Beyond the Call of Duty tetap menjadi salah satu yang terbaik di masanya. Setiap peta didesain dengan sangat detail — mulai dari hamparan salju, bangunan tua Eropa, hingga markas musuh yang megah — semuanya terlihat realistis dan penuh kehidupan.
Grafik isometrik yang digunakan menonjolkan nuansa militer yang kuat, dengan pencahayaan yang lembut dan efek bayangan yang dramatis. Setiap misi terasa seperti diambil langsung dari film perang klasik. Hal ini menunjukkan bahwa Pyro Studios masih mempertahankan standar artistik yang tinggi meskipun menghadirkan gameplay yang kontroversial.
Kode Rahasia dan Cheat Commandos 2
Bagi sebagian pemain, kode rahasia (cheat codes) adalah cara untuk meredam frustrasi akibat tingkat kesulitan yang ekstrem. Dalam Commandos 2, pemain bisa mengaktifkan mode cheat dengan mengetikkan perintah “gonzoopera” selama permainan berlangsung. Setelah itu, berbagai kombinasi tombol dapat digunakan untuk mempermudah permainan.
Berikut daftar kode dan efeknya:
| Kombinasi Tombol | Efek |
|---|---|
| Ctrl + F9 | Menampilkan Debug Info |
| Ctrl + Shift + X | Menghancurkan Semua Objek |
| Shift + E | Edit Misi |
| Ctrl + L | Invincibility (Tidak Bisa Mati) |
| Ctrl + I | Invisibility (Tidak Terlihat Musuh) |
| Alt + I | Menampilkan Antarmuka Gambar |
| Shift + X | Fokus pada Komando yang Dipilih |
| Ctrl + Shift + N | Lewati Misi Saat Ini |
| F9 | Menampilkan Informasi Medan |
| Shift + V | Menampilkan Jejak Pengguna |
| Shift + F1–F4 | Mengubah Mode Tampilan |
| Alt + Shift + L | Menulis Info ke File “memlin.dat” |
Selain itu, terdapat pula password misi yang dapat digunakan untuk melompat langsung ke level tertentu:
| Password | Misi |
|---|---|
| H239Z | 01 – The Asphalt Jungle |
| IR291 | 02 – Dropped Out of The Sky |
| NGAY7 | 03 – Thor’s Hammer |
| 6S5TL | 04 – Guess Who’s Coming Tonight |
| VND2R | 05 – Eagle’s Nest |
| BUK2L | 06 – The Great Escape |
| LL42X | 07 – Dangerous Friendships |
Kode-kode ini sangat membantu bagi pemain yang ingin menikmati cerita dan visual game tanpa harus mengulang misi berkali-kali akibat kesalahan kecil.
Spesifikasi Sistem Commandos 2: Beyond the Call of Duty
Untuk ukuran game klasik, Beyond the Call of Duty memiliki spesifikasi yang ringan. Bahkan komputer lawas pun bisa menjalankannya dengan baik. Berikut spesifikasi minimum yang dibutuhkan:
-
Prosesor: Pentium III 733 MHz
-
RAM: 128 MB
-
Ukuran File: ±52 MB
-
Video Memory: 32 MB
-
Sistem Operasi: Windows 98, 2000, NT, XP, Vista, 7, hingga Windows 8
Dengan ukuran yang kecil, game ini tetap menampilkan grafis yang tajam dan animasi yang halus. Ini menjadi bukti bahwa Pyro Studios memiliki keahlian luar biasa dalam mengoptimalkan performa game di masanya.
Analisis Keseluruhan
Commandos: Beyond the Call of Duty memiliki semua potensi untuk menjadi ekspansi yang luar biasa. Namun sayangnya, potensi itu tidak dimaksimalkan dengan baik. Alih-alih memperluas gameplay dengan cara yang menyenangkan, game ini justru menambah tingkat frustrasi pemain dengan desain misi yang terlalu ketat dan kontrol yang tidak fleksibel.
Meski begitu, tidak semua aspek buruk. Bagi para penggemar berat seri Commandos, game ini tetap layak dicoba — terutama karena visualnya yang menawan dan atmosfer perang yang autentik. Namun bagi pemain baru yang belum terbiasa dengan tingkat kesulitan ekstrem, Beyond the Call of Duty bisa menjadi pengalaman yang melelahkan.
Kesimpulan
Sebagai ekspansi, Commandos: Beyond the Call of Duty berusaha untuk memperkaya pengalaman pemain, tetapi gagal memberikan keseimbangan antara tantangan dan kesenangan. Ia tetap mempertahankan keindahan visual dan nuansa taktis yang khas, namun kehilangan elemen utama yang membuat game pertamanya begitu memikat: keadilan dalam kesulitan.
Game ini cocok bagi mereka yang ingin menguji kesabaran dan ketelitian dalam strategi perang. Namun bagi pemain yang lebih menyukai pengalaman yang menantang tapi adil, Behind Enemy Lines tetap menjadi pilihan terbaik dalam seri ini.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Beyond the Call of Duty tetap menjadi bagian penting dari sejarah game strategi klasik — sebuah pengingat bahwa bahkan permainan dengan konsep hebat pun bisa kehilangan pesonanya jika keseimbangan gameplay tidak dijaga.
Tonton Simulasi
Download secara gratis pada link berikut: DISINI





